Pada fase Memeriksa, data uji coba ditempatkan langsung berdampingan dengan angka dasar dan target dari fase Rencana. Evaluasi berfokus pada satu pertanyaan sempit: apakah intervensi menghasilkan hasil yang diprediksi?
Uji coba biasanya menghasilkan salah satu dari tiga kemungkinan — tindakan penanggulangan mencapai sasaran, tidak memberikan perubahan, atau menyebabkan dampak yang tidak diinginkan. Ketiga kemungkinan tersebut tetap bernilai, karena hipotesis yang terbukti salah tetap mempertajam pemahaman dengan menghilangkan asumsi yang keliru.
Konsep Utama
Fase Memeriksa adalah audit ketat terhadap hasil uji coba dibandingkan dengan proyeksi awal, dipadukan dengan analisis jujur atas setiap kekurangan.
Contoh Praktis
Tim pemenuhan melihat pengembalian barang rusak turun menjadi 8 persen, bukan 3 persen seperti yang diproyeksikan, dan catatan uji coba mengungkapkan bahwa staf sementara akhir pekan tidak pernah diajari cara melipat sisipan baru untuk kotak berukuran besar.
Prosedur Standar
- 1Bandingkan metrik uji coba aktual dengan baseline dan target.
- 2Nilai apakah perubahan tersebut merupakan peningkatan nyata atau fluktuasi rutin.
- 3Diagnosis alasan di balik kesenjangan antara perkiraan dan hasil.
- 4Referensi silang angka-angka dengan catatan penyimpangan dari fase Melaksanakan.
Ringkasan Pelajaran
- ✓Memeriksa melakukan audit terhadap data uji coba nyata dibandingkan dengan target yang direncanakan.
- ✓Hipotesis yang terbukti salah tetap merupakan hasil yang produktif, karena menyingkirkan asumsi yang cacat.
- ✓Menjelaskan mengapa hasil menyimpang sama pentingnya dengan menghitungnya.