Langkah terakhir mengintegrasikan semua proses. Konfirmasi lot, pilih tingkat keparahan yang tepat dari catatan pergantian, baca ukuran sampel dan pasangan Ac/Re untuk setiap kelas cacat, ambil sampel, periksa, dan hitung. Kemudian terapkan satu aturan: lot diterima hanya jika setiap kelas cacat berada pada atau di bawah angka penerimaan. Jika satu kelas mencapai angka penolakan, lot ditolak tanpa memandang kondisi kelas lainnya.
Kemeja dengan lebih dari satu cacat dihitung sekali, berdasarkan cacat yang paling serius. Jangan menjumlahkan cacat mayor dan minor menjadi satu total; rencana memberikan batas tersendiri untuk setiap kelas dengan alasan tertentu. Catat jumlah cacat, keputusan, nama pemeriksa, dan tanggal pada laporan lot agar catatan pergantian dapat diperbarui.
Lot yang ditolak bukanlah barang rusak. Jalur yang biasa ditempuh adalah mengembalikannya ke produksi untuk disortir 100% dan diperbaiki, kemudian diajukan kembali sebagai lot baru untuk diperiksa, sering kali dengan tingkat keparahan yang diperketat. Pengambilan sampel ulang pada lot yang sama berulang kali hingga kebetulan lolos merusak seluruh metode dan tidak boleh dilakukan.
Prosedur Standar
- 1Konfirmasi ukuran lot dan tingkat keparahan pemeriksaan saat ini dari catatan.
- 2Ambil sampel secara acak dan periksa setiap unit yang diambil.
- 3Hitung unit cacat untuk setiap kelas, satu hitungan per unit berdasarkan cacat yang paling serius.
- 4Bandingkan setiap kelas dengan Ac dan Re masing-masing; tolak jika ada kelas yang mencapai Re.
- 5Catat hasil, perbarui catatan pergantian, dan arahkan lot yang ditolak untuk disortir 100% serta diajukan kembali.
Ringkasan Pelajaran
- ✓Nilai setiap kelas cacat secara terpisah; jangan gabungkan cacat mayor dan minor.
- ✓Lot yang ditolak disortir, diperbaiki, dan diajukan kembali sebagai lot baru, tidak boleh diambil sampel ulang hingga lolos.